Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) turut berperan aktif dalam mendukung pengembangan inovasi berbasis ramah lingkungan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan kunjungan persiapan kajian dan implementasi pewarnaan alami yang bersumber dari tumbuhan lokal.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur perangkat daerah dan mitra terkait, di antaranya Tim Penggerak PKK, Dekranasda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta BRIDA Kabupaten PALI, di Jakarta dan Pekalongan.
BRIDA bersama perangkat daerah terkait mempelajari secara langsung proses pewarnaan alami berbasis tumbuhan, termasuk penggunaan indigo sebagai bahan utama. Indigo dikenal sebagai pewarna alami berwarna biru yang telah digunakan sejak lama dalam tradisi batik Nusantara.
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga melihat langsung praktik pewarnaan kain menggunakan bahan alami. Proses tersebut menunjukkan bahwa pewarna alami tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi dan daya saing di pasar industri kreatif.
Kepala BRIDA Kabupaten PALI menyampaikan bahwa eksplorasi pewarna alami seperti indigo menjadi peluang besar dalam mengembangkan produk unggulan daerah yang berkelanjutan. Selain mengurangi dampak pencemaran lingkungan, inovasi ini juga dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, serta sektor terkait lainnya, diharapkan hasil kajian ini dapat segera diimplementasikan di Kabupaten PALI. Ke depan, pengembangan pewarna alami berbasis potensi lokal akan menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.