Kesadaran berlalu lintas di kalangan remaja menjadi perhatian utama Dwi Noptriana, pelajar SMA Negeri 1 Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Melalui inovasi yang kreatif, ia berhasil menciptakan media edukasi interaktif bernama ESSTRAS (Guess Traffic Signs), yang mengemas pengenalan rambu lalu lintas dalam bentuk permainan papan dan kartu asik.
Berawal dari keprihatinan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja akibat kurangnya pengetahuan terhadap rambu-rambu lalu lintas, Dwi menghadirkan solusi edukatif melalui permainan ESSTRAS. Permainan ini menggabungkan media fisik berupa kartu dan papan permainan dengan media digital berupa filter kuis tebak rambu yang dapat diakses melalui QR code di setiap kartu.
Cara bermainnya pun mudah dan menyenangkan. Dua pemain akan saling menebak rambu lalu lintas berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan, hingga menemukan kartu yang menjadi jawaban. Selain seru, permainan ini efektif untuk memperkenalkan makna simbol-simbol lalu lintas kepada pemain, baik remaja maupun orang dewasa.
Berdasarkan hasil uji coba, ESSTRAS terbukti meningkatkan pengetahuan peserta terhadap rambu lalu lintas. Data pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah memainkan permainan ini.
Dengan biaya pembuatan yang terjangkau dan bahan-bahan yang mudah ditemukan, ESSTRAS sangat mudah direplikasi di berbagai daerah. Produk ini pun diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif di sekolah-sekolah, komunitas, hingga keluarga.
Inovasi ini tidak hanya mengajarkan tentang keselamatan berlalu lintas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjadi pengguna jalan yang bijak dan disiplin. Dwi Noptriana berharap ESSTRAS dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas untuk mewujudkan generasi yang lebih peduli akan keselamatan di jalan raya.
Berita